DPRD Soroti Layanan Kesehatan Medical Center Kwandang

31-Oct-2012 09:52:55 WIB | SOSIAL DAN BUDAYA | 843 Views |

Ibrahim Paneo

KAB GORONTALO UTARA (31/10) – Pernyataan anggota DPRD, Fatmawati Bunuiyo yang menyoroti pelayanan kesehatan di Medical Center Kwandang seperti yang dilansir Gorontalo Post dan Radar edisi, Rabu (31/10) dinilai  hanya omong doang.

 

“Mestinya sebagai anggota DPRD harus ikut mendukung program pemerintah daerah tentang pelayanan kesehatan gratis yang selama ini menjadi program unggulan dengan cara mengkordinasikan permasalahan kepada instansi terkait dalam hal ini pihak medical center atau dinas kesehatan. Bukan hanya menerima informasi yang kurang jelas dari sepihak  lalu kemudian dimuat di media. Apalagi dalam pernyataan tersebut tidak memuat nama pasien yang kata ibu Fatmawati Bunuiyo tidak dilayani secara baik”, tegas Kepala Dinas Kesehatan, Ibrahim Paneo.

 

 

Apa yang disampaikan oleh Fatmawati Bunuiyo kata Ibrahim Paneo semuanya tidak benar. “Kami langsung mengecek pasien yang dimaksudkan Ibu Fatmawati Bunuiyo dan ternyata bernama Mawar (35)  yang masuk perawatan di Medical center pada Selasa (30/10) pukul 14.30 siang akibat kecelakaan. Pihak medis langsung memberikan perawatan dengan memasang oksigen, infus dan perawatan lainnya sesuai standar prosedur yang ditetapkan.

 

 

Karena kondisi pasien Mawar agak berat maka pihak medis merujuk untuk dirawat di Rumah Sakit MM Dunda Limboto yang diantar langsung oleh mobil ambulance medical center dan didampingi oleh petugas kesehatan dari Medical center”, tegas Ibrahim Paneo. Terkait adanya jaminan uang sebesar Rp. 300 ribu kepada pasien kata Ibrahim Paneo itu merupakan prosedur yang harus dijalankan oleh seluruh puskesmas dan medical center di Gorontalo Utara serta rumah sakit rujukan yakni RS Dunda Limboto RS Alie Saboe.

 

 

Mengingat pasien yang bersangkutan tidak memiliki identitas sama sekali. “Program kesehatan grastis berlaku kepada seluruh masyarakat Gorontalo Utara dengan catatan harus menunjukkan kartu jamkesmas atau Jamkesmas dan bila tidak ada dapat menunjukkan kartu identitas seperti KTP, kartu keluarga atau identitas lain yang menyatakan bahwa pasein tersebut adalah penduduk Gorontalo Utara. Yang terjadi pada pasien Mawar tidak ada sama sekali identitas yang ditunjukkan kepada pasien sehingga dianggap sebagai pasien umum yang harus memenuhi administrasi pembayaran medis.

 

 

Mestinya dalam hitungan medis Pasien Mawar harus membayar Rp. 400 lebih akan tetapi pihak medical center hanya memberikan jaminan sebesar Rp. 300 ribu dengan harapan pihak keluarga dapat mengurus dan menunjukkan identitas sebagai penduduk Gorontalo Utara. Bila pasien Mawar sudah menunjukkan identitasnya sebagai warga Gorontalo Utara maka uang jaminan sebesar Rp. 300 ribu akan dikembalikan kepada yang bersangkutan”, tegas Ibrahim Paneo.

 

 

Mengapa pasien harus menunjukan identitas sebagai penduduk Gorontalo Utara? Kata Ibrahim Paneo itu merupakan juknis dan prosedur program kesehatan gratis. Dimana lanjut Ibrahim Paneo seluruh penduduk Gorontalo Utara sudah di Askes-kan dan saat mendapat perawatan medis harus diserta identitas untuk di klaim kepada PT Askes. “Bila tidak ada identitasnya maka dikwatirkan pasien tersebut bukan penduduk Gorontalo Utara dan ini akan merugikan pemerintah daerah. Apalagi saat pemeriksaan baik pihak Inspektorat maupun BPK pasien yang dirawat gratis harus menunjukkan identitas penduduk Gorontalo Utara dan bila tidak ada identitasnya maka dianggap sebagai pasien umum yang harus membayar administrasi sesuai harga obat dan pelayanan kesehatannya”, jelas Ibrahim Paneo. 

 


Sebelumnya dalam pernyataan anggota DPRD Fatmawati Bunuiyo edisi, Rabu (31/10) mengatakan bahwa medical center tidak melaksanakan program kesehatan gratis dan saat dirujuk pasien tidak menggunakan mobil ambulance serta tidak diinfus. (ID)   



Editor: Habari Hulondhalo

COPYRIGHT � 2012



Komentar Pembaca
    Kirim Komentar

    My Ballot Box
    Tita Walikota ta Otohilamu?













    Bilohi Hasil Poling
    Exit Jangan Lupa Klik Like Ya
    • GSI: Kinerja KPU dan Kepercayaan yang Terbelah

      23-Feb-2013 07:01:44

      GSI: Kinerja KPU dan Kepercayaan yang Terbelah

      KOTA GORONTALO (23/2) -  Kinerja KPU Kota Gorontalo dalam menyikapi pesta demokrasi kali ini tampaknya terus saja diuji. Salah satu ujian yang yang menyita perhatian beberapa waktu terakhir ini terkait gugatan lolo ...

    • KPUD Kota Gorontalo Tetapkan DPT Pilwako 137.779 jiwa

      16-Feb-2013 05:31:41

      KPUD Kota Gorontalo Tetapkan DPT Pilwako 137.779 jiwa

      KOTA GORONTALO (16/2) - Rapat pleno penetapan rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap  (DPT) pemilihan walikota dan wakil walikota gorontalo jumat sore (15/2) akhirnya ditetapkan oleh KPUD Kota Gorontalo.   Rapat pleno yang juga dihadiri anggota PPK, Panwas da ...

    • Adhan Dambea tuding David - Tony turut menjanggalnya di Pilwako

      13-Feb-2013 06:12:36

      Adhan Dambea tuding David - Tony turut menjanggalnya di Pilwako

      KOTA GORONTALO (13/2)  - Calon walikota incamben Adhan Dambea menuding Bupati Kabupaten Gorontalo David Bobohoe dan Wakilnya Toni Yunus juga turut serta mencoba untuk menggagalkannya sebag ...

    • Pasangan DA’I Lolos, Panwas Gugat KPUD Kota Gorontalo Ke DKPP-Ri

      21-Jan-2013 05:56:19

      Pasangan DA’I Lolos, Panwas Gugat KPUD Kota Gorontalo Ke DKPP-Ri

      KOTA GORONTALO (21/1) - Polemik diloloskannya Adhan Dambea dan Indrawanto Hasan (DA’I) sebagai calon walikota dan wakil walikota oleh KPUD Kota Gorontalo rupanya berbuntut panjang. ...

    • Ribuan Pegawai Honorer Datangi Rudis Gubernur

      03-Jan-2013 05:54:21

      Ribuan Pegawai Honorer Datangi Rudis Gubernur

      KOTA GORONTALO (3/1) -  Selasa pagi, ribuan pegawai honorer di lingkungan pemda kota gorontalo mendatangi rumah dinas gubernur gorontalo, aksi para honorer ini setelah walikota adhan dambea mengumumkan jika 1700 pe ...

    Apakah Anda Merasa Puas Dengan Kontent-Konten mediagorontalo.com?
    Ya
    Tidak